Ketika rasa itu mampir lagi. Aku rasa mau mati. Aku bisa menjegal rasaku terhadap orang lain. Tapi, tidak untukmu. Bawa yen ing tawang ana lintang selalu menari dengan cantik di benakku. Aku takut sendiri terus dalam hidupku. Tapi, setiap aku akan bertemu seseorang yang akan menggantikanmu. Aku seperti punya rem yang pakem.
Separuh bayamu...
Aku seakan ga percaya. Begitu besar gairah menulisku jika aku ingat kamu. Aku ingin bisa lebih Jaya darimu. Sebesar nama dan tulisanmu.
Misteri apa yang kamu miliki?
Bertemu denganmu lagi adalah mimpiku. Aku sudah merubah hidupku lebih baik dari yang kamu bayangkan.
Selasa, 04 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diary Ramadhanku
1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...
-
.Banyak peristiwa di tahun 2017 masih pekat dalam ingatan. Tak disangka tak pernah dikira dalam otak saya tiba-tiba jadi hobi bikin makanan....
-
Satu minggu telah berlalu, tapi di hati masih saja terkenang tas cantik hasil karya Siswa Wirausaha PKBM Ginus Itaco. Ya... pada hari Minggu...
-
Judul buku : Kisah Indah Dari Padang Rumput Pengarang : Shabrina WS Penerbit : Bintang Kelas Cetakan : Pertama 2018 Tebal buku : 160 hal...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar