Cinta terbiasa dengan lambang merah hati yang melambangkan kasih sayang. Tapi, aku malah bilang cintaku itu kotak. Karena, cinta buatku terlalu kotak - kotak. Aku begitu dekat dengan cinta. Namun, cinta itu sendiri seakan tidak dapat aku sentuh.
Sepanjang hari kupandang matamu yang selalu menatapku tajam. Seolah menggerataki apa yang tengah berkecamuk dalam bongkahan relung hatiku. Tak bisakah kau menyapa aku secara alami? Seperti cinta orang lain untuk kekasihnya.
Bicaralah tentang isi hatimu. Walau bisu untuk orang lain. Berkatalah untukku...
Rabu, 19 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diary Ramadhanku
1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...
-
.Banyak peristiwa di tahun 2017 masih pekat dalam ingatan. Tak disangka tak pernah dikira dalam otak saya tiba-tiba jadi hobi bikin makanan....
-
Satu minggu telah berlalu, tapi di hati masih saja terkenang tas cantik hasil karya Siswa Wirausaha PKBM Ginus Itaco. Ya... pada hari Minggu...
-
Judul buku : Kisah Indah Dari Padang Rumput Pengarang : Shabrina WS Penerbit : Bintang Kelas Cetakan : Pertama 2018 Tebal buku : 160 hal...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar