Di tengah kebingungan saat dompet tak lagi berpenghuni. Sebagai seorang istri dan juga ibu, saya memutar otak bagaimana saya menambah pendapatan rumah tangga di kala pabrik tempat saya dan suami bernaung sedang sepi. Gundah gulana meraja. Istilah jaman nownya galau hehe...
Tak pernah menyangka hobi sehari-hari saya membuat kue. Menjadi ide anak laki-laki saya untuk menambah pundi-pundi rupiah. Reza merayu saya untuk membuat kue yang akan dijualnya di sekolah.
Awalnya saya ragu-ragu untuk mengabulkan permintaan anak lanang. Tapi, si bapak sangat mendukung ide tersebut. Dengan penuh pertimbangan akhirnya saya menyetujui idenya.
Dengan modal sangat terbatas saya berusaha untuk bangkit dengan berusaha dan tak melangitkan doa-doa meminta keridhoanNya. TanpaNya saya tetaplah bukan apa-apa.
Alhamdulillah saya masih menyimpan bahan-bahan kue untuk memulai usaha kecil ini. Resep yang selalu saya modifikasi sedemikian rupa setiap hari membuat saya percaya diri untuk memulai dari nol.
Tak ada kata terlambat untuk terus berusaha. Dengan adonan porsi kecil saya membuat brownies. Satu kali kukus ada 8 pcs brownies mawar. Itu pun dengan panci kukusan atau langseng pinjaman teman satu pabrik.
Masih dengan semangat yang tersimpan untuk memenuhi kewajiban sebagai orangtua. Demi kelangsungan hidup sekeluarga. Berjibaku pagi buta. Karena pabrik dijadwalkan masuk kembali hari ini.
Rasanya tak tega melihat suami yang rela bongkar muatan gula pasir berton-ton hanya dengan upah 150 ribu yang biasanya akan dibagi 8 atau 10 orang.
Saya tak ingin terbuai lagi dengan kondisi pabrik yang tak menentu. Biarlah saya akan memulai usaha kecil ini.
Ide cemerlang anak lanang dengan berangkat sekolah hanya membawa 8 pcs brownies mawar tidak sia-sia. Semuanya laris manis.
Pulang sekolah setengah berlari dengan rasa bahagia yang membuncah tiba di depan pintu dengan tidak lupa mengucapkan salam Reza berkata, "Ummi... Laris. Besok ada pesanan 20 pcs."
Hanya mampu bilang, "Alhamdulillah."
Terima kasih teman-teman atas dukungannya selama ini. Tanpa doa kalian saya tak akan bisa sekuat ini.
Karena masih ada list pesanan di hari berikutnya. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... 🙏
Semangat Mbak Qadriea.... Lancar dan sukses yaaa, semoga berkah... aamiin, kalau deket aku mau ih cobain brownisenyaaa... :D
BalasHapusMakasih banyak Erny... Udah lama tak bersua tapi masih dekat di hati :* kapan waktu kalo ketemu aku bikinin buat dikau seorang... :D
HapusMasyaAllaaahh
BalasHapusSemoga berkah ya, Mbakk. 😘😘😘
Kalau sudah lancar, ekspansi setor ke sekolah-sekolah. Larisss.
Alhamdulillah... Makasih banyak 😘 Insya Allah... Mohon doanya ya 🙏
Hapus