Jumat, 15 April 2011

Pengumuman

Indri sudah kelelahan mendengar ocehan sang Emak yang kerap memintanya menikah lagi. Maklum Indri sepertinya juga sudah patah arang dengan ceramah Emaknya yang makin menggila belakangan ini.Rada kesel ternyata punya status tidak mengenakan ini. Janda maksudnya :D Tetangga suka ngomong yang aneh bin ajaib malah. Indri klenger bunder dengan predikat ”Janda” ini. Bukan hanya Indri yang stress dengan statusnya. Perempuan sejagad juga nggak ingin punya stempel yang bikin kuping merah kalo ada desas bin desus tentang yang ga enak ini.

Bukan Indri namanya kalo ga punya kiat jitu membuat label ”Janda” jadi begitu bermartabat dan naik kelas istilah anak sekolahan. Indri yang juga punya banyak kriteria untuk calon suami yang berikutnya. Seiman itu sudah pasti. Tapi, apa suami edisi mendatangnya mau menerima Indri yang diatas rata – rata perempuan masa kini.”Wanita karier mah biasa! Gue rada aneh gini. Apa suami gue nanti ngijinin buat ngayap seenak jidat gue? Gue pasti ga bisa ke Monas jalan kaki lagi. Ga bisa ngerem lama – lama di Pasar Senen liat buku bekas.” Gundah Indri suatu malam.

Jatuh bangun Indri mengejar jodoh. Hampir mirip dengan lagu dangdut pokoknya. Indri punya banyak impian. Tapi, ada satu impian aneh setelah dirinya berumah tangga kelak nantinya. Indri tak mau punya anak lagi. Indri kapok ditinggal suami terdahaulu saat hamil. Bagai mendapat wangsit Indri terjaga dari tidur malam yang sering diisinya dengan mendekatkan diri pada PenciptaNya. Menulis sebuah pengumuman dilakukannya diantara sadar dan tidak. Dengan komputer bututnya Indri meyakinkan diri.
Inilah ciri – ciri yang tidak akan membuat dirinya susah lagi. Tidak perlu ketakutan kemana pun si suami pergi. Jujur. Dalam hatinya terdalam tak ada keinginan menikah kembali.

Di suatu sore saat Indri melenggang dengan cueknya menuju warung langganannya.
”Mba, kalo jadi istri simpanan saya mau ga?” celetuk usil salah satu suami tetangga Indri.
”Ga masalah mas! Berarti mas sudah baca ya? Pengumuman di mading pos Ronda kalo saya cari suami yang impoten.” Indri menjawab sambil ngeloyor pergi dengan tersenyum puas.

                                                        ”Pengumuman”
·        Dicari suami perjaka atau duda
·        Umur minimal 30 tahun
·        Penampilan ( lumayan kalo diajak kondangan )
·        Impoten  ( WAJIB )

Hanya orang yang bermental tinggi bisa menikahi Indri. Tak perlu takut memahami poligami. Di Al Quran tertulis. Tidak ada manusia yang bisa bersikap adil. Bukankah poligami harus bersikap adil? Hampir 1001 kisah poligami akibat nafsu. Jadi, trik ”Pengumuman” ala Indri patut ditiru J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diary Ramadhanku

1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...