Rabu, 19 Januari 2011

Kotak Cinta

Cinta terbiasa dengan lambang merah hati yang melambangkan kasih sayang. Tapi, aku malah bilang cintaku itu kotak. Karena, cinta buatku terlalu kotak - kotak. Aku begitu dekat dengan cinta. Namun, cinta itu sendiri seakan tidak dapat aku sentuh.

Sepanjang hari kupandang matamu yang selalu menatapku tajam. Seolah menggerataki apa yang tengah berkecamuk dalam bongkahan relung hatiku. Tak bisakah kau menyapa aku secara alami? Seperti cinta orang lain untuk kekasihnya.

Bicaralah tentang isi hatimu. Walau bisu untuk orang lain. Berkatalah untukku...

Senin, 10 Januari 2011

Pagiku :'(

Saat nulis ini air mataku ga lagi turun. Padahal masih gondok, sebel ama kelakuan orang rumah. Air matanya juga udah bosen kali ya?

Pagi yang menyisakan sakit. Ga hanya sakit di kepala. Obat yang paling keren di iklan pun ga mampu menyembuhkan kepalaku yang keras dan otakku yang ud beku. Mending es kali ya kalo beku masih bisa cair :'( Entah ini pengusiran yang ke berapa? Aku aja sampai lupa. Mereka terbiasa ko mengusir buah hati mereka karena sepele.

Pagi tadi aku mencuci seperti biasa. Aku baru nyuci kalo pakaian dalamku sudah menipis. Bukan jorok ya temans. Bapakku pelit bin merkedit. Apapun di perhitungkan. Termasuk masalah pemakaian listrik.
" Bulan depan bantu bayar listrik loh!" Nada galaknya weis tak kepalang tanggung.
" Kenapa sih tiap nyuci selalu ditagih listrik?" Aku jawab sesabar mungkin.
" Dasar anak ga tau diri! Bangs*t kamu! Maunya pakai listrik lalu ga mau bayar!" Matanya menyalak seperti serigala menerkam anaknya.
" Hmmm.... Lha baru tau ya kalo aku anaknya bangs*t? Anaknya siapa dulu kalo bukan anaknya si bangs*at." Jawabku lebih pedas.

Jujur. Aku sepertinya ga kuat menjalani hidup ini. Tapi, demi buah hatiku aku mencoba bertahan di rumah orangtuaku. Lelah. Amat sangat melelahkan hidup seperti ini. Aku takut. Bukan takut kepada orangtuaku. Tapi, aku takut kepada Allah. Aku takut Allah marah melihatku durhaka kepada orangtuaku.

Aku mandi. Aku mengguyur kepalaku agar menyejukkan isi di dalamnya. Penatku menyebabkan aku di kamar mandi sampai rambut yang aku cuci mengering. Putus asa rasanya ga. Tapi... Beragam tapi, di bongkahan kepalaku. Aku yakin bibirku membiru berada di kamar mandi.

Ampuni aku ya Rabb :'(

Inilah yang terjadi kisah pagi di rumahku. Yang akhirnya membuat aku harus meninggalkan rumah esok hari. Aku menangis bukan karena bapakku mengusir aku. Aku hanya menyesalkan bapakku tidak pernah berubah. Aku terpaku sepi dalam kamar sempitku. Marah. Bosan yang jelas. Karakter seperti inilah yang wara wiri dalam kehidupan sehari - hariku.

Marahku hari ini rasanya benar teramat komplit. Kaya jamu komplit deh!
Hmm....
Aku jadi berpikir ulang jika aku harus menikah lagi. Mungkin suamiku meninggalkan aku karena tingkah pola orangtuaku kali ya? Karma kah?

Mataku masih sembab. Untung warnet langgananku masih ada tempat kosong untuk aku mengeluarkan unek - unek yang jijik banget rasanya ada di otak ini.
Sholatku sampai berantakan :'( Dalam satu rakaat aku sampai baca Al - Fatihaah 5 kali. Ya Allah....

Buat temans...
I'm so sorry ya kalo aku absen. Malu rasanya yang kubagi hanya kesedihan kepada kalian. Aku berjanji. Ini terakhir kali note sedihku. Semoga aku kembali dalam warna yang lebih cerah dan bisa berada di antara kalian dengan senyum mengembang.

Trims ya selalu hadir dalam kisahku. Aku pun muak. Makasih semuanya. Doa'kan aku. Miss u all my friends....

Setia Mana Rumah Sakit 24 Jam dan Facebook?

Jendela hati harus dibuka jika mengenal jejaring pertemanan di Facebook ini. Sayang banget kalo masih ada yang bilang Facebook itu negatif. Cermati deh hal yang negatif itu apa di Facebook. Biar ga kesel kalo liat orang Fb'an :D

Alhamdulillah aku berada di jejaring ini. Banyak makna yang aku sendiri ga nyangka akan bisa mengasilkan sebuah buku. Walaupun itu dibantu teman lain yang baiknya ga bisa diukur pake meteran buatku. Panjang banget kalo aku sampai majang hasil positif dari Fb'an.

Perjalanan kakiku dari Monas ke Cijantung ga akan ada apa - apanya dibanding hasil positif dari Fb'an bersama sahabat terbaik yang selalu ada untuk kita 24 jam :) Aku bertaruh untuk setiap langkahku. Lebih setia mana Rumah Sakit 24 Jam dan Facebook? Pasti jawab Facebook :D

Rumah Sakit 24 Jam apa bisa menerima pasien dengan tangan tanpa uang? Mustahil!!! *teriak* Walaupun sudah sekarat tetap aja. DP, DP, DP nomer Wahid... Kecuali yang punya Rumah Sakit kalian sahabat Fb'ku. Aku bisa percaya. Karena kalian adalah Dokter terhebat di dunia buatku :)

Di Facebook kita bisa marah, nangis, ketawa, ngambek sesuka hati. Di terima "UNLIMITED" enak ga tuh? :P Selalu ada yang nanyain kabar kita walau kita bokek bahkan sedang sekarat. Aku bahagia berada bersama kalian sahabat Facebooker....

Selasa, 04 Januari 2011

Misteri

Ketika rasa itu mampir lagi. Aku rasa mau mati. Aku bisa menjegal rasaku terhadap orang lain. Tapi, tidak untukmu. Bawa yen ing tawang ana lintang selalu menari dengan cantik di benakku. Aku takut sendiri terus dalam hidupku. Tapi, setiap aku akan bertemu seseorang yang akan menggantikanmu. Aku seperti punya rem yang pakem.

Separuh bayamu...
Aku seakan ga percaya. Begitu besar gairah menulisku jika aku ingat kamu. Aku ingin bisa lebih Jaya darimu. Sebesar nama dan tulisanmu.

Misteri apa yang kamu miliki?
Bertemu denganmu lagi adalah mimpiku. Aku sudah merubah hidupku lebih baik dari yang kamu bayangkan.

Diary Ramadhanku

1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...