Senin, 04 Juni 2018

Kisah Indah Dari Padang Rumput

Judul buku : Kisah Indah Dari Padang Rumput
Pengarang : Shabrina WS
Penerbit : Bintang Kelas
Cetakan : Pertama 2018
Tebal buku : 160 halaman
Harga : Rp. 70.000,-

Ini adalah kisah-kisah indah dari padang rumput. Cerita tentang hewan-hewan yang berusaha mengatasi masalah-masalah mereka. Mengatasi ketakutan, mengatasi kegagalan, mengatasi rasa benci, mengatasi rasa curiga, perasaan kehilangan, dan kisah menarik lainnya. Kisah-kisah hewan yang mencari apa sesungguhnya masalah mereka dan putus asa dalam mencari jalan keluarnya. Kisah-kisah ini akan membawamu pada pikiran indah tentang keluarga, persahabatan, dan persaingan.

Selamat bertualang. Selamat berkenalan dengan Gazelle, Kiang, Vicuna, Meerkat, Wilddebeest, dan teman-temannya. Temukan kehangatan dan hikmah dari padang rumput yang indah. Semoga hikmah cerita yang ada bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan.

Setelah membaca buku Fabel Pembangun Karakter ini, saya merasa beruntung. Banyak banget kisah hewan yang dapat kita petik hikmahnya.

Dari lima belas kisah hewan yang ada, saya paling tertarik pada kisah Kapibara Dan Tepi SungaiYang sunyi. Mengingatkan saya pada kehidupan manusia yang sering berprasangka buruk. Biasanya hubungan antar tetangga nih! Padahal tidak tahu kebenarannya.

Tidak hanya itu, ternyata banyak sekali jenis hewan yang saya tidak tahu. Seperti Kiang, saya hanya tahu kerabat kuda itu keledai dan zebra.

Kumbang Kot juga salah satu hewan yang baru saya tahu tentang jenis kumbang yang memakan kotoran hewan lainnya. Yang saya tahu kumbang penghisap bunga.

Burung Peniru Dan Suaranya. Kisah ini cocok buat Pasha yang suka memotong pembicaraan umminya.

Nggak kaget sih kalo masalah nulis fabel sebagus ini. Karena mbak Shabrina WS bisa meraciknya dengan pas. Seperti lauk pauk lezat yang siap disantap. Tidak kekurangan satu pun.

Yang menarik lagi ada bonus sticker hewan-hewan lucunya. Sayang sekali nggak bisa difoto. Udah disiangin Namiera. Oh ya, di halaman belakang juga ada lembar aktivitas untuk diwarnai.

Sejak melihat penampakan buku ini ingin sekali segera membaca buku ini sesegera mungkin. Tapi, bacanya harus antri. Giliran pertama adalah Namiera. Karena menurut saya cocok banget buat dibaca Namiera. Karena Namiera sedang giat-giatnya membaca. Kalo Pasha mah nggak usah diragukan lagi soal baca. Mirip induknya hihihi...

Sebelum membaca, Namiera terlebih dahulu mewarnai lembar aktivitas. Nah, itu tuh yang paling bikin umminya nyanyi koplo. Kelamaanlah... Karena dia akan berimajinasi membayangkan warna yang cocok di lembar mewarnai itu.

Padahal kalo soal mewarnai Namiera suka aneh. Apalagi kalo nggak dipantau. Bikin yang lihat hasil mewarnainya gemes pengen nyubit. Lah wong, induknya paling nggak suka mewarnai.

Semoga setelah membaca Fabel Pembangun Karakter bisa jadi bahan renungan untuk anak-anak dan saya tentunya. 

Minggu, 20 Mei 2018

Berhijab Tak Lagi Masalah

Era jaman now, cewek mana sih yang nggak ingin terlihat cantik? Dari ujung kaki sampai ujung kepala ingin sekali terlihat sempurna. Termasuk saya yang sedang bersiap-siap memasuki usia kepala empat.
Generasi cewek millenial yang memiliki seribu aktivitas di setiap harinya pasti ingin tetap tampil beda. Terutama rambut. Sebagai mahkota cewek, kesehatan rambut sangatlah penting di setiap penampilan. Begitu juga dengan saya sebagai cewek dengan segudang kesibukan.
Sebagai cewek muslimah tentu identik dengan hijab yang hampir tak pernah lepas menutupi mahkota kita di kepala yaitu rambut.

Tiga tahun belakangan saya bekerja di pabrik gula merah di bagian packing. Udara di dalam pabrik sangat panas. Apalagi saat kompor-kompor menyala. Ada sekitar enam kompor dengan wajan besar di ruangan kami. Panasnya tidak terbilang ketika semua kompor menyala. Ventilasi udara yang ada tidak sepadan dengan udara panas yang kami rasakan. Di pabrik hanya disediakan kipas angin berukuran besar di titik-titik tertentu. Tapi, tidak membantu mengurangi udara panas di dalam ruangan tempat kami bekerja.
Biasanya saya mengenakan hijab dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Melepasnya ketika mengambil wudhu saat sholat Zuhur dan Ashar. Kurang lebih 10 jam saya tak melepas hijab saya.
Setiap melepas hijab, rambut saya terlihat berminyak dengan aroma yang tidak sedap di hidung. Banyak sekali rambut saya tertinggal di ciput atau dalaman sebelum menggunakan hijab.
Memiliki masalah dengan rambut rontok sangat tidak nyaman. Apalagi ketika saya sedang menyapu lantai. Banyak sekali rambut rontok saya di lantai. Untuk menghindari kerontokan berlebih saya menggunakan berbagai merk shampoo dan perawatan rambut lainnya. Beberapa tips juga saya coba seperti tak lagi menyisir ketika rambut dalam keadaan basah. Karena rambut rontok akan semakin banyak. Itu menurut salah satu artikel yang saya baca.
Perawatan Rambut Alami dengan Emeron Complete Hair Care
Beberapa bulan terakhir, saya mencoba shampoo yang dulu saya pernah pakai ketika saya SMP. Shampoo Emeron yang sudah ada sejak tahun 1984 dengan harga sangat terjangkau dari pada merk lainnya saat itu. Saat ini shampoo Emeron dikemas dalam botol cantik berwarna hitam menyesuaikan jamannya.
Saya mencoba tampil lebih cantik alami dan percaya diri dengan Emeron Nutritive Shampoo Black Shine yang sudah disempurnakan dengan teknologi Jepang. Aktive Provit Amino dan diperkaya oleh Urang Aring, menutrisi rambut dari akar hingga tiap helainya. Menjadikan rambut saya tampak hitam alami, tetap sehat dan cantik berkilau walau memakai hijab.

Masalah rambut rontok telah enyah saat ini. Tapi, saya ingin kesehatan rambut saya bagai model iklan shampoo hehehe...
Setahu saya dulu Emeron tidak mengeluarkan produk conditioner dan hair vitamin. Setelah menonton iklan di televisi, ternyata Emeron kini selangkah lebih maju. Tidak hanya produk conditioner, hair vitamin pun disesuaikan untuk jenis rambut.
Sayangnya tidak mudah membeli conditioner Emeron ini. Saya mendapatkan di Giant supermarket. Tidak semudah mendapatkan shampoonya yang dijual di Alfamart, Alfamidi dan Indomaret atau info lengkap baca di  Website  Website Emeron Complete Hair Care http://bit.ly/cobaemeron
Tidak mudah membuat rambut seindah seperti saat remaja. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit juga waktu yang panjang.
Untuk rambut tetap terjaga kesehatan dan keindahannya, saya hanya merogoh kocek Rp 9.000 bisa mendapatkan Emeron Hair Vitamin Black & Shine yang telah disempurnakan oleh teknologi Jepang, Active Provit Amino dan diperkaya oleh bahan alami Urang Aring dan juga memiliki Vitamin, melindungi rambut dari sinar matahari, menutrisi rambut dari tiap helainya serta menjaga rambut agar tetap sehat.
Agar keindahan rambut saya tetap terjaga dengan  Emeron Nutritive Conditioner Black & Shine yang telah disempurnakan dengan teknologi Jepangnya, Active Provit Amino dan diperkaya oleh Natural Ingredients Urang Aring yang memberikan nutrisi setiap helai rambut. Hasilnya rambut tampak hitam berkilau, halus dan lembut.
Aturan pakai:
Gunakan conditioner setelah keramas dengan Shampoo Emeron. Usapkan conditioner dari tengah sampai ujung rambut. Hindari penggunaan conditioner di area kulit kepala. Setelah merata, bilas rambut sampai bersih.
Cara pakai Hair Vitamin tidak seperti vitamin kebanyakan yang harus diminum ya :) tapi diusapkan ke rambutnya.
Cara pakai:
1.  Buka dan tuangkan hair vitamin ke tangan dan diusapkan ke ujung rambut.
2. Tata rambut seperti biasa.
3. Untuk hasil terbaik gunakan Shampoo Emeron dan Conditioner Emeron.
Sekarang tak lagi khawatir rambut lepek sepulang dari pabrik. Atau gatal di kepala yang sangat mengganggu saat packing. Ingin rambut cantik dan menawan tak perlu pergi ke salon. Cukup dengarkan rambutmu dan coba Emeron. 
http://emeronshampoo.com/

#DengarkanRambutmu #CobaEmeron

Selasa, 27 Maret 2018

Katakan Tidak Pada Plagiat

Menurut kamus Bahasa Indonesia yang saya punya, plagiat adalah mengambil atau pengambilan karangan, pendapat dan sebagainya orang lain dan disiarkan sebagai atau pendapat dan sebagainya sendiri.



Lagi dan lagi terjadi lagi di dunia kepenulisan. Mana banyak banget lagi karya yang dia jiplak. Nggak kira-kira, sekitar 24 atau 26 tulisan, dia tulis ulang dan disulap sebagai karyanya.


Huhuhu... Yang baca aja pada ngomel, nyolot, gondok sama perbuatan si plagiat. Apalagi yang si empunya karya. Ya marah abislah.


Manusia diciptakan sama Allah sebagai makhluk sempurna. Memiliki akal. Belum bisa menulis atau membuat karya yang bagus ya janganlah menjiplak karya orang.


Mending jualan brownies irit kayak saya. Lumayan. Dari pada nungguin rekening penuh hasil plagiat. Janganlah...


Saya terjun ke dunia kepenulisan tahun 2010. Itu juga nggak niat. Awalnya hanya sekedar curhat di catatan Facebook pada masa itu.


Membaca novel adalah hobi saya. Kalo abis baca novel saya sampai terbawa mimpi. Karena itu tandanya saya menikmati karya tersebut dan cocok di hati.


Satu per satu saya baca novel dari penulis baru atau penulis terkenal. Berdecak kagum dengan karya-karya mereka. Tapi, tidak sedikit pun berniat menjiplak karya orang lain.


Menjadi pengangguran dan kerjanya cuma ke perpustakaan pernah saya tekuni. Kegilaan saya membaca membuat saya bersemangat ke perpustakaan di jalan Merdeka Selatan jalan kaki setiap hari. Dulu, saya tinggal di Cijantung. Bayangin aja, duit nggak punya barang sepeser pun. Tapi, semangat membaca mengalahkan segalanya.


Di media sosial saya bertemu banyak penulis. Ya Allah... Rasanya bahagia banget. Bisa dekat dengan penulis yang saya baca karyanya.


Saya tahu kalau menulis itu susah buat saya. Walau banyak bertebaran buku berjudul "Menulis itu Gampang."


Tetap aja buat saya, itu susah. Itu terbukti banyak tulisan saya nggak pernah di acc penerbit. Tapi, nggak ngerti kenapa ya? Saya tetap aja tuh nulis sampai sekarang dan nggak berniat sekali pun buat menjiplak karya orang lain menjadi karya saya.


Buat saya menulis itu butuh proses. Banyak jalan kok di dunia menulis. Nulis aja dulu di buku harian. Atau bikin status yang panjang. Ingat! Bikin status juga jangan copas. Apalagi dengan bahasa yang tinggi. Nanti giliran ada yang komen keder jawabnya.


Kalau memang udah rejeki. Biar tulisan kita biasa aja. Kata orang mah itu bagus.


Biar tulisan kita amburadul. Yang penting nanti si editornya kan paham, tulisan atau karya si anu layak baca atau tidak. Jadi, nggak usahlah menjadi plagiator.


Menulis itu butuh pengorbanan. Tanya dah tuh raja dangdut, H. Rhoma Irama kalo nggak percaya. Gimana caranya beliau bisa nulis itu lirik lagu pengorbanan. Pasti dah beliau mengerti sekali arti pengorbanan.


Nggak usahlah bergaya ikut lomba cerpen. Biar dikata karyanya layak untuk dibaca. Lalu menjiplak karya orang lain.  Tidak hanya perilaku yang butuh norma kesopanan. Menulis pun demikian. Bertindaklah sopan dengan tidak menjiplak karya orang lain.


Katakan tidak pada plagiat!!!


 

Minggu, 25 Maret 2018

Memutus Rantai Kemiskinan Dengan Pendidikan

Satu minggu telah berlalu, tapi di hati masih saja terkenang tas cantik hasil karya Siswa Wirausaha PKBM Ginus Itaco. Ya... pada hari Minggu, tepatnya tanggal 18 Maret 2018, Dear Blogger Net menyelenggarakan event perdananya, program DBN Charity Visit.

 

Charity yang diselenggarakan Dear Blogger Net untuk memberdayakan blogger melalui konten yang bermanfaat agar mengimbangi banyaknya berita hoax yang bertebaran di media sosial. Menurut mbak Haya Aliya Zaki, selaku salah satu founder Dear Blogger Net. "Konten positif membuat kita menjadi optimistis dan bersemangat untuk melakukan hal yang positif pula."
   
Saya sebagai blogger pemula sangat menyambut baik. Apalagi, sering kali saya terhasut berita hoax hasil share teman di media sosial. Dan tak jarang pula ikut share konten hoax tersebut. Duh... jadi malu hati mendengarkan penjelasan mbak Haya.

DBN Charity Visit juga mendapat dukungan dari loh dari C2live, Content Collision. C2live memiliki fasilitas yang mumpuni di bidang perbloggeran.



 

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan di event blogger perdana saya. Saya baru tahu bahwa Bekasi memiliki sekolah gratis berfasilitas cukup lengkap. PKBM Ginus Itaco yang berada di Jalan Lapangan Tengah Bekasi Tengah no.3, kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Selama enam tahun tinggal di Bantar Gebang, Bekasi, saya masih buta akan wilayah Bekasi dan sekitarnya.  

Di event ini, saya jadi paham, ternyata masih banyak anak-anak putus sekolah dikarenakan masalah ekonomi. Padahal wajib belajar 12 tahun telah dicanangkan pemerintah. Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh pemerintah pada tingkat global. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengupayakan wajib belajar 12 tahun. Tapi, kenyataannya masih banyak anak-anak dari keluarga miskin tidak dapat mengenyam pendidikannya dengan layak.

"Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, termasuk anak dari keluarga pra sejahtera. Berbekal pendidikan, mereka diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan keluaarga dan orang-orang di sekitarnya." Susi Sukaesih.
   

Susi Sukaesih mendirikan pendidikan non formal SMA Itaco di tahun 2012, sekarang menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ginus Itaco. Banyak kisah dari siswa-siswanya yang menjadi latar belakang berdirinya sekolah ini.

Fakta masih banyaknya siswa putus sekolah, terutama di Bekasi. PKBM Ginus Itaco dengan ijin no : 420.10/6236/Dik 33/Pk.020 membekali siswa-siswanya sesuai kurikulum yang berlaku plus ketrampilan khusus seperti programming, design grafis, menjahit, komputer MS Office, broadcasting dan juga kewirausahaan.

   

Seperti diketahui, program wajib belajar adalah salah satu program pemerintah. Namun, masih sebatas retorika. Adanya PKBM Ginus Itaco dengan biaya 100% gratis sangat membantu keluarga prasejahtera. Dimana kebanyakan para orangtua dari siswa-siswanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga, tukang ojek, supir angkot, buruh serabutan dan pekerja kasar lainnya.

Dibantu oleh donatur, orangtua asuh dan CSR perusahaan. PKBM Ginus Itaco juga dibantu beberapa pihak antara lain, Bank Mandiri, Laznazs BSM, Brother Indonesia, Grab dan 0LX. Dengan 20 siswa di tahun pertamanya, PKBM Ginus Itaco terus berkembang dengan prestasi dan kewirausahaannya. Berpindah-pindah tempat tidak menyurutkan semangat seorang Susi Sukaesih yang ingin sekali membantu anak-anak putus sekolah dari keluarga pra sejahtera untuk kembali ke bangku sekolah dan mengenyam pendidikan yang layak.

Lima kali berpindah-pindah tempat bukanlah perkara mudah. Namun, di tangan dinginnya, Susi Sukaesih, PKBM Ginus Itaco telah berhasil mendidik 40 siswanya.

Di bidang ketrampilan dan wirausahanya PKBM Ginus Itaco melalui wadah Siswa Wirausaha mengeluarkan beberapa produk:

1. Itaco (tas dan aksesoris premium).
2. Hade Bag (tas dan aksesoris harga lebih ekonomis.
3. Hade Kids (batik anak)
    - Hade Prelove : aksesoris berbahan pakaian bekas layak pakai
    - Famsignature : kaos katun combed, seperti kaos anak dan kaos ibu menyusui.

Hasil karya anak-anak wirausaha sungguh membuat saya berdecak kagum. Apalagi melihat tas-tas bercorak etnik yang membuat saya jatuh hati. Bukan hanya modelnya saja. Jahitannya yang rapi dan secara fisik yang awet dan tahan lama. 



 


Yakin deh nggak akan kecewa membeli hasil karya Siswa Wirausaha di PKBM Ginus Itaco. Foto dan aslinya plek ketiplek. Apalagi ini hasil karya anak negeri. Saya aja udah naksir dan yakin mau beli.

Nah, yang berminat bisa datang langsung ke alamat PKBM Ginus Itaco atau bisa memesan secara online. 


Senin, 12 Maret 2018

Sauh

Judul buku : Sauh
Pengarang  : Shabrina WS
Penerbit     : PT Elex Media Komputindo
Cetakan      : Pertama 2017
Tebal buku : 221 halaman
Harga         : Rp 54,000,00

Sauh

Bagaimana aku bisa berlabuh, pada hati yang bukan dermagaku?

Bagiku memberi harapan yang tak pasti kepadamu Sama seperti menaruh duri secara diam-diam, di hatiku, juga di hatimu.

Sengaja kusisakan jarak, karena aku butuh waktu mempersiapkan genggaman yang kuat untuk menggandengmu.

Kutanya kepada Tuhan di malam-malam panjang, apakah kita sepasang sayap yang diciptakan untuk mengepak bersama.

Namun, apa hakku menahanmu, jika ternyata kau dipertemukan dengan sayap yang lain.

Barangkali benar, kau dan aku sama-sama berjuang. Tetapi hanya Tuhan yang tahu, jalan yang kita tempuh... akan bersauh pada pertemuan atau perpisahan.

"Rosita, Danu, dan Firman bersisian dan bersilangan pada jalan takdir. Ketiganya meyakini bahwa setiap orang memperjuangkan cinta mereka dengan caranya sendiri. Tetapi, di musim yang lain, mereka didera pertanyaan.

Sejauh mana cinta harus diperjuangkan?"

Di prolog ditulis sebagian hidup kita adalah milik keluarga. Ya banget menurutku.

Setting tempatnya yang bagus dan indah membuat jatuh hati. Pacitan. Kota terkecil di Jawa Timur. "Serasa pulang kampung." kata suamiku. Ya iyalah... Lah wong suamiku asli Pacitan. Apalagi ada pondok Tremas tempatnya mondok dulu.

Rosita tipe perempuan Indonesia tempo dulu. Menunggu laki-laki menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Setia sampai dirinya sendiri dilamar masih setia menunggu seorang Danu.

Danu, laki-laki yang merasa bertanggung jawab akan keluarga. Ibu dan kedua adiknya menjadi tanggung jawabnya. Tapi, Danu bikin sebel. Aku sebel dengan tokoh ini. Membuat perempuan lama menunggu hehe...

Firman. Nah, ini dia tokoh laki-laki seharusnya. Bisa menempatkan diri dimana pun tempatnya. Hatinya masih setia dengan kekasihnya yang telah pergi untuk selama-lamanya. Tapi, ketika dijodohkan berusaha menerima.

Setelah membaca buku ini dengan waktu yang cukup panjang. Akhirnya tuntas juga. Maklum, waktu luangku saat ini hanya sedikit. Harus benar-benar berjuang untuk membacanya sampai tuntas.

Yang membuat aku menabung Rp 1000,00 setiap harinya selama 54 hari untuk membeli buku ini adalah penulisnya baik. Walau belum pernah bertemu di dunia nyata, sepertinya media sosial yang mempertemukan penulis dan pembaca setianya.

Terus berkarya ya mbak Eni :)

Selasa, 06 Februari 2018

Hewan Bukan Mainan

Judul buku : Hewan Bukan Mainan
Pengarang : Ratna DKS
Penerbit     : Kompas Gramedia
Cetakan     : Pertama 2018
Tebal buku: 84 halaman
Harga.       : Rp. 48.000-.

Oh, senangnya punya hewan peliharaan!

Bisa diajak bermain, bisa menemani saat sendiri, bisa juga diajak mengobrol!

Eh, kalau yang terakhir itu, mereka mungkin hanya mendengarkan kita saja sambil mengangguk-angguk, ha ha ha!

Namun, apakah kita tahu bagaimana perasaan mereka?

Dan apakah kita sudah memelihara mereka dengan benar?

Ayo, ikuti kisah Rizky dan Rara, kakak beradik penyayang hewan, dan bertemu berbagai macam hewan peliharaan!

Dalam kumpulan kisah kakak beradik Rizky dan Rara penyayang hewan. Sebelas cerita hewan yang dikemas apik oleh seorang ibu beranak dua ini biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan Namiera adalah membeli klomang atau keong yang dicat warna warni di pasar atau di depan sekolah SDN Padurenan V, tempat kakaknya sekolah.

Biasanya klomang dijual sepaket dengan rumah-rumahan yang terbuat dari karet sejenis yang biasanya digunakan untuk karpet atau sandal.

Namiera, anak saya sangat bersemangat membaca kisah dalam buku ini. Karena saya hanya mengijinkannya membaca satu hari hanya satu cerita. Namiera anteng kalo sudah membaca. Walaupun masih banyak kata yang belum dipahaminya.

Sekarang Namiera mulai mengerti bahwa memelihara hewan itu nggak mudah seperti imajinasi miliknya.

Tidak lagi gemes jikalau melihat kucing kampung yang lalu lalang lewat atau sekedar mampir untuk beristirahat di teras rumah kita.

Saya baru baca dua kisah dari sebelas kisah menarik lainnya. Maklum bacanya berebutan he he he! Buku ini bagus untuk anak-anak yang hobi beli hewan untuk mainan sepulang sekolah. Agar anak-anak paham bahwa hewan juga makhluk yang ingin hidup bebas di habitatnya.







Minggu, 14 Januari 2018

Oppo A57 alias CPH 1701 Black

Siapa sih yang nggak ingin punya ponsel kekinian? Ponsel yang terus bermunculan akan membuat kita dilanda kebimbangan saat ingin membeli sebuah ponsel paling up to date.

Bulan Juli yang ceria menurut bayangan saya ternyata benar. Suami menawarkan untuk membeli ponsel baru. Bahagia banget rasanya hati ini. Maklum saat ini memiliki ponsel baru hanya mimpi di siang bolong.

Pilah pilih jatuh cinta pada Oppo A57. Karena ketika survey merk ponsel yang ok buat foto menurut saya adalah Oppo. Yang paling utama bikin jatuh cinta sama Oppo A57 adalah fisiknya yang kuat. Kuat dalam artian pas digetok-getok sama si mas Sales Promotion ponselnya masih baik-baik aja.

Warna pilihan sebenarnya sama gold tapi kok pas si mas Sales Promotionnya nawarin warna black saya malah pilih yang black ya hehehe... Biar nggak cepat kotor. Maklum, saya termasuk ibu-ibu dengan aktifitas tinggi. Apalagi saya bekerja di pabrik gula merah yang berwarna coklat dan lengket. Jadi, menurut saya pilihan warna black lebih cocok dari gold.

Dengan specification : 149.1x72.9x65(mm) and about 147g (with battery). Memiliki Camera depan 16 MP dan Camera belakang 13 MP secara otomatis hasil jepretannya seperti pemakaian camera profesional.

Untuk layar 5,2 inchi dengan balutan corning gorrila glass 4. Ram 3G dan internal memori 32 GB. Dilengkapi finger print 0,2 detik dan dapat ditambah microSD hingga 256GB dan juga support OTG dengan prosesor octa core dengan kecepatan 1,4Ghz. Baterai Oppo A57 didukung 2900MAH Li-PO. 

Enam bulan berjalan menggunakan Oppo A57 saya jadi mulai mengerti kekurangan dan kelebihannya. Pernah suatu kali si Oppo A57 tidak membaca simcard. Tepatnya di sim card 1. Saya sampai keluar keringat dingin dibuatnya. Karena ketika membeli saya harus mengeluarkan kocek sebesar IDR 2.799.000. Nggak kebayang kalo sampai rusak parah.

Di tengah kebingungan saya hanya coba otak atik ponsel tersebut. Diganti sim card lain sih tidak masalah. Ternyata si sim card yang bermasalah.

Menurut saya Oppo A57 termasuk salah satu ponsel smart jaman now yang dicari. Apalagi ditunjang dengan fitur yang sangat mumpuni. Sangat berguna untuk saya yang mulai menekuni dunia blogger. Cocok untuk selfie dan keperluan foto.

Tulisan ini adalah tugas menulis di kelas Ngeblog Seru 4 Bersama Naqiyyah Syam


Diary Ramadhanku

1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...