Selasa, 06 Februari 2018

Hewan Bukan Mainan

Judul buku : Hewan Bukan Mainan
Pengarang : Ratna DKS
Penerbit     : Kompas Gramedia
Cetakan     : Pertama 2018
Tebal buku: 84 halaman
Harga.       : Rp. 48.000-.

Oh, senangnya punya hewan peliharaan!

Bisa diajak bermain, bisa menemani saat sendiri, bisa juga diajak mengobrol!

Eh, kalau yang terakhir itu, mereka mungkin hanya mendengarkan kita saja sambil mengangguk-angguk, ha ha ha!

Namun, apakah kita tahu bagaimana perasaan mereka?

Dan apakah kita sudah memelihara mereka dengan benar?

Ayo, ikuti kisah Rizky dan Rara, kakak beradik penyayang hewan, dan bertemu berbagai macam hewan peliharaan!

Dalam kumpulan kisah kakak beradik Rizky dan Rara penyayang hewan. Sebelas cerita hewan yang dikemas apik oleh seorang ibu beranak dua ini biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan Namiera adalah membeli klomang atau keong yang dicat warna warni di pasar atau di depan sekolah SDN Padurenan V, tempat kakaknya sekolah.

Biasanya klomang dijual sepaket dengan rumah-rumahan yang terbuat dari karet sejenis yang biasanya digunakan untuk karpet atau sandal.

Namiera, anak saya sangat bersemangat membaca kisah dalam buku ini. Karena saya hanya mengijinkannya membaca satu hari hanya satu cerita. Namiera anteng kalo sudah membaca. Walaupun masih banyak kata yang belum dipahaminya.

Sekarang Namiera mulai mengerti bahwa memelihara hewan itu nggak mudah seperti imajinasi miliknya.

Tidak lagi gemes jikalau melihat kucing kampung yang lalu lalang lewat atau sekedar mampir untuk beristirahat di teras rumah kita.

Saya baru baca dua kisah dari sebelas kisah menarik lainnya. Maklum bacanya berebutan he he he! Buku ini bagus untuk anak-anak yang hobi beli hewan untuk mainan sepulang sekolah. Agar anak-anak paham bahwa hewan juga makhluk yang ingin hidup bebas di habitatnya.







Minggu, 14 Januari 2018

Oppo A57 alias CPH 1701 Black

Siapa sih yang nggak ingin punya ponsel kekinian? Ponsel yang terus bermunculan akan membuat kita dilanda kebimbangan saat ingin membeli sebuah ponsel paling up to date.

Bulan Juli yang ceria menurut bayangan saya ternyata benar. Suami menawarkan untuk membeli ponsel baru. Bahagia banget rasanya hati ini. Maklum saat ini memiliki ponsel baru hanya mimpi di siang bolong.

Pilah pilih jatuh cinta pada Oppo A57. Karena ketika survey merk ponsel yang ok buat foto menurut saya adalah Oppo. Yang paling utama bikin jatuh cinta sama Oppo A57 adalah fisiknya yang kuat. Kuat dalam artian pas digetok-getok sama si mas Sales Promotion ponselnya masih baik-baik aja.

Warna pilihan sebenarnya sama gold tapi kok pas si mas Sales Promotionnya nawarin warna black saya malah pilih yang black ya hehehe... Biar nggak cepat kotor. Maklum, saya termasuk ibu-ibu dengan aktifitas tinggi. Apalagi saya bekerja di pabrik gula merah yang berwarna coklat dan lengket. Jadi, menurut saya pilihan warna black lebih cocok dari gold.

Dengan specification : 149.1x72.9x65(mm) and about 147g (with battery). Memiliki Camera depan 16 MP dan Camera belakang 13 MP secara otomatis hasil jepretannya seperti pemakaian camera profesional.

Untuk layar 5,2 inchi dengan balutan corning gorrila glass 4. Ram 3G dan internal memori 32 GB. Dilengkapi finger print 0,2 detik dan dapat ditambah microSD hingga 256GB dan juga support OTG dengan prosesor octa core dengan kecepatan 1,4Ghz. Baterai Oppo A57 didukung 2900MAH Li-PO. 

Enam bulan berjalan menggunakan Oppo A57 saya jadi mulai mengerti kekurangan dan kelebihannya. Pernah suatu kali si Oppo A57 tidak membaca simcard. Tepatnya di sim card 1. Saya sampai keluar keringat dingin dibuatnya. Karena ketika membeli saya harus mengeluarkan kocek sebesar IDR 2.799.000. Nggak kebayang kalo sampai rusak parah.

Di tengah kebingungan saya hanya coba otak atik ponsel tersebut. Diganti sim card lain sih tidak masalah. Ternyata si sim card yang bermasalah.

Menurut saya Oppo A57 termasuk salah satu ponsel smart jaman now yang dicari. Apalagi ditunjang dengan fitur yang sangat mumpuni. Sangat berguna untuk saya yang mulai menekuni dunia blogger. Cocok untuk selfie dan keperluan foto.

Tulisan ini adalah tugas menulis di kelas Ngeblog Seru 4 Bersama Naqiyyah Syam


Sabtu, 13 Januari 2018

Mewujudkan Impian Anak

Setiap insan memiliki cita-cita. Entah cita-cita yang hanya sekedar mimpi. Setiap anak biasanya memiliki begitu banyak cita-cita. Seperti kedua anak saya. Yang paling banyak cita-citanya adalah si bungsu Namiera.

Cita-cita pertama Namiera adalah menjadi dokter. Sebagai orang tua kami hanya bisa mengaminkan saja. Lalu cita-citanya berubah ingin menjadi polisi. Saya dan suami hanya bisa berdoa semoga cita-cita si bungsu terwujud. Tapi, alangkah kagetnya ketika cita-citanya berubah menjadi penyanyi dangdut. Kali ini kami sekeluarga mesem saja tak memberi tanggapan. Dan membuat Namiera cemberut.

Impian Pasha dari kecil memang tak pernah berubah. Ingin sekali menjadi seorang guru sampai sekarang duduk di kelas 5. Saya dan suami bangga dengannya yang selalu berprestasi di sekolah.

Pada suatu hari, Pasha bilang, "Mi, sekolahku ada di Youtube loh! SDN Padurenan 5 Kita Bisa."

Dengan durasi 5.37 menit saya jadi mengerti apa cita-cita Pasha saat ini.

"Cita-cita saya ingin menjadi ahli sejarah. Karena ingin memberitahu semua orang tentang sejarah Indonesia dan negara-negara lainnya."

Sungguh hati ini sangat terharu. Tak terasa buliran air mata mengalir. Apalagi jika mengingat masa lalu. Sejak dalam kandungan empat bulan Pasha tak memiliki sosok ayah dalam hidupnya. Sampai akhirnya saya kembali menikah dengan pertimbangan masa depannya.

Alhamdulillah... Sosok pengganti ayahnya. Memiliki rasa sayang dan tanggung jawab yang besar untuk menjadikan Pasha anak-anak pada umumnya. Yang memiliki rasa kasih sayang lengkap dari kedua orang tua.

Kami bukanlah sosok orang tua yang sempurna. Dari sisi ekonomi kami masih sering kekurangan. Namun tanggung jawab kami untuk mendidik anak-anak kami ada di pundak kami.

Bekerja di pabrik gula merah dengan upah borongan kami tekuni setiap hari. Kami berusaha memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan anak-anak kami. Tak peduli seberapa lelahnya kami.

Di kala pabrik kami tak ada aktifitas. Saya berjualan brownies rumahan. Dan suami menjadi kuli panggul gula pasir. Satu kali panggul beban dibahunya ada 50 kg gula pasir. Hanya dengan upah sekitar 15 sampai 17 ribu rupiah satu truk besar atau tronton.

Tak ada istilah menyerah atau mengeluh untuk mewujudkan impian anak-anak kami. Nilai dan prestasi anak-anak kami di sekolah seolah sebagai penyejuk saat kami sedang mandi peluh mengais pundi-pundi rupiah.

Tetap semangat 😊

Tulisan ini adalah tugas menulis di Kelas Ngeblog Seru 4 Bersama Naqiyyah Syam. 





Kamis, 04 Januari 2018

Brownies Membawa Berkah

Di tengah kebingungan saat dompet tak lagi berpenghuni. Sebagai seorang istri dan juga ibu, saya memutar otak bagaimana saya menambah pendapatan rumah tangga di kala pabrik tempat saya dan suami bernaung sedang sepi. Gundah gulana meraja. Istilah jaman nownya galau hehe...

Tak pernah menyangka hobi sehari-hari saya membuat kue. Menjadi ide anak laki-laki saya untuk menambah pundi-pundi rupiah. Reza merayu saya untuk membuat kue yang akan dijualnya di sekolah.

Awalnya saya ragu-ragu untuk mengabulkan permintaan anak lanang. Tapi, si bapak sangat mendukung ide tersebut. Dengan penuh pertimbangan akhirnya saya menyetujui idenya.

Dengan modal sangat terbatas saya berusaha untuk bangkit dengan berusaha dan tak melangitkan doa-doa meminta keridhoanNya. TanpaNya saya tetaplah bukan apa-apa.

Alhamdulillah saya masih menyimpan bahan-bahan kue untuk memulai usaha kecil ini. Resep yang selalu saya modifikasi sedemikian rupa setiap hari membuat saya percaya diri untuk memulai dari nol.

Tak ada kata terlambat untuk terus berusaha. Dengan adonan porsi kecil saya membuat brownies. Satu kali kukus ada 8 pcs brownies mawar. Itu pun dengan panci kukusan atau langseng pinjaman teman satu pabrik.

Masih dengan semangat yang tersimpan untuk memenuhi kewajiban sebagai orangtua. Demi kelangsungan hidup sekeluarga. Berjibaku pagi buta. Karena pabrik dijadwalkan masuk kembali hari ini.

Rasanya tak tega melihat suami yang rela bongkar muatan gula pasir berton-ton hanya dengan upah 150 ribu yang biasanya akan dibagi 8 atau 10 orang.

Saya tak ingin terbuai lagi dengan kondisi pabrik yang tak menentu. Biarlah saya akan memulai usaha kecil ini.

Ide cemerlang anak lanang dengan berangkat sekolah hanya membawa 8 pcs brownies mawar tidak sia-sia. Semuanya laris manis.

Pulang sekolah setengah berlari dengan rasa bahagia yang membuncah tiba di depan pintu dengan tidak lupa mengucapkan salam Reza berkata, "Ummi... Laris. Besok ada pesanan 20 pcs."

Hanya mampu bilang, "Alhamdulillah."

Terima kasih teman-teman atas dukungannya selama ini. Tanpa doa kalian saya tak akan bisa sekuat ini.

Karena masih ada list pesanan di hari berikutnya. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... 🙏

Minggu, 31 Desember 2017

Brownies Pandan Strawberry

.Banyak peristiwa di tahun 2017 masih pekat dalam ingatan. Tak disangka tak pernah dikira dalam otak saya tiba-tiba jadi hobi bikin makanan.

Ini resep kreasi saya sendiri. Yang saya buat di akhir tahun 2017.

Bahan-bahan:

    8 sdm tepung terigu
    3 butir telur ayam
    3 sdm gula pasir
    3 sdm minyak goreng
    1  bks vanili bubuk
   ¼  sdt soda kue
    1  sachet Susu Kental Manis putih
    4  sdm air matang untuk campuran SKM
    5  sdm selai strawberry
100 gram dark coklat buat parutan
  50 gram choco chips untuk taburan
100 gram keju parut untuk taburan
   ¼ sdm pasta pandan.
Note: Buat dua adonan ya bunda 😊

Caranya sebagai berikut:

1. Siapkan panci kukusan. Bungkus tutupnya dengan kain serbet. Agar air tidak menetes ke kue. Biarkan airnya mendidih.

2. Dalam wadah campur telur dan gula pasir. Kocok telur dan gula pasir sampai berbuih dan gula larut.

3. Masukan minyak goreng, susu kental manis yang sudah diampur air matang, pasta pandan, soda kue, vanili bubuk dan tepung terigu. Aduk hingga tercampur rata.

4. Tuangkan adonan ke dalam cetakan atau loyang yang diolesi mentega. Kukus selama kurang lebih 25 menit hingga matang.

5. Lakukan tes tusuk lidi. Jika adonan tidak lengket di lidi tandanya brownies sudah matang.

6. Brownies pertama dan oleskan selai strawberry dan taburi parutan dark coklat.

7. Brownies kedua ditumpuk diatasnya. Oleskan mentega lalu taburkan keju parut dan choco chips sesuai selera.

8. Selamat menikmati 😊

Minggu, 24 Desember 2017

Brownies Ekonomis

Di kala sakit gigi melanda. Tak menyurutkan niat saya untuk membuat yang spesial di liburan kali ini. Demi anak, apa sih yang nggak?

Bahan-bahan:

1 butir telur
4 sdm gula pasir
4 sdm tepung terigu
4 sdm coklat bubuk
1 sachet Susu Kental Manis Coklat
4 sdm air matang untuk campuran
4 sdm minyaj goreng
¼ sdt soda kue
2 sdm meses
100 gram keju untuk taburan.

Cara buat:

1. Kocok telur dan gula pasir sampai larut. Pastikan benar-benar larut dan mengembang. Pakai garpu juga bisa.
2. Masukan tepung terigu, coklat bubuk dan SKM yang sudah dilarutkan dengan air.
3. Jangan lupa soda kue dan meses aduk rata.
4. Kemudian masukan minyak goreng dan aduk lagi sampai rata dan tidak menggumpal.
5. Olesi cetakan dengan mentega, masukan adonan dan kukus kurang lebih 20 menit.
6. Oh ya... Jangan lupa tutup kukusannya dilapisi kain bersih agar air tidak menetes ke adonan.
7. Setelah matang taburi dengan taburan keju parut.

Selamat mencoba 😊

Sabtu, 23 Desember 2017

Cheese Cake Roti Tawar

Untuk mengisi liburan sekolah. Kami mengisinya dengan membuat kue. Inginnya sih jalan-jalan ke tempat wisata. Tapi, apalah daya pabrik dimana saya dan suami bekerja sedang sepi.

Jadilah, hampir setiap hari saya membuat kue. Kali ini saya akan membuat Cheese Cake Roti Tawar. Ini bukan resep asli saya.

Ada beberapa bahan yang telah saya ganti untuk lebih ekonomis. Untuk kue yang enak kita nggak harus mengeluarkan anggaran yang banyak. Kalo banyak, itu sama halnya kita membeli kue di toko kue.

Duh... Kok malah bahas anggaran. Ayo kita mulai catat apa yang perlu dipersiapkan.

Bahan-bahan:

  10 lembar roti tawar
    2 sachet Susu Kental Manis Putih
    2 gelas air matang untuk diaduk bersama SKM putih
    2 bungkus agar-agar warna sesuai selera
100 gram gula pasir
100 gram keju parut
    1 bungkus vanili
    1 butir telur

Cara membuat:

1. Blender roti dengan susu kental manis putih yang telah diaduk dengan air matang. Masukan keju parut blender sampai rata.

2. Tambahkan gula pasir, agar-agar, telur dan vanili blender kembali sampai halus.

3. Siapkan loyang yang telah diolesi mentega, tuangkan adonan lalu dikukus selama 30 menit dengan api sedang.

4. Setelah matang, dinginkan dan masukan ke lemari es.

5. Setelah dingin baru tambahkan toping keju parut atau sesuai selera. Bisa pasta coklat, strawberry dll.

Diary Ramadhanku

1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...