Sabtu, 24 November 2018

Guru Bagai Pelita Dalam Kegelapan


Terpujilah
Wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup
Dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir
Didalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu
Terpujilah wahai ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku
Sebagai prasasti terimakasihku
Tuk pengabdianmu
Engkau bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa

Saya menyanyikan lagu ini pertama kalinya ketika duduk di bangku SDN Guntur 04 Pagi di tahun 1986. Seperti anak-anak kebanyakan, saya menyanyi hanya sekedar menyanyi. Santai tanpa beban.

Memasuki usia remaja. Di SMPN 57 Jakarta, saya masih menyanyikan lagu ini di sekolah. Dan harus hapal not-not lagu di seruling warna putih tulang buatan Yamaha. Tak ada merk abal-abal kala itu. Belum musim kawe-kawe hehe...

Eh, ternyata saat di SMAN 79 Jakarta pun saya masih harus menyanyi lagu ini. Di tahun 1995 saya mulai paham apa maksud dari lagu ini. Tapi, sebagai murid yang rada badung dan membayangkan di saat pahlawan tanpa tanda jasa itu sering menghukum, saya biasa saja. Woles kata anak sekarang mah hihi...

Jaman kuliah saya tidak mood bernyanyi lagu wajib. Karena waktu terus padat merayap. Mengurus rumah tangga, bekerja dan kuliah sangat menyita waktu. Alhamdulillah dosennya baik dan nggak seperti guru di jaman sekolah. Ya beda sih hoho...

Seorang guru itu ternyata tidak semuanya berhasil dalam kategori materi. Masih banyak guru hidup di bawah garis kemiskinan. Boro-boro mikirin mau jadi Pegawai Negeri Sipil yang jikalau bukan rejekinya susah banget jadi guru PNS.

Bapak Sartono menciptakan lagu Hymne Guru tidaklah sia-sia. Karena syairnya membuat kita selalu teringat akan jasa seorang guru. Guru sebagai pelita dalam kegelapan. Tanpa seorang guru apalah artinya kita sebagai murid di masa depan kita.

Tanpa seorang guru pastinya sulit membimbing anak-anak di saat kita menjadi orangtua. Di saat PR yang membludak, mana mungkin kita bisa membantu anak-anak kita tanpa kehadiran guru di masa lalu.

Ketika menjadi seorang murid saya masih cuek. Tidak paham arti seorang guru buat kehidupan kita. Tapi, di saat saya sudah memiliki buah hati yang harus mengenyam pendidikan. Barulah saya paham bahwa guru itu pahlawan tanpa tanda jasa benar adanya.



Namiera saat ini menuntut ilmu di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Falah, Bantar Gebang, Bekasi. Masih duduk di kelas 1D. Kerap kali saya mengintip di balik jendela. Seorang ibu guru yang tengah hamil muda mengajar 36 murid dengan berbagai karakter.
Saya hanya bisa mengelus dada.



Ibu Sati, begitu anak-anak memanggilnya. Harus mengajar anak-anak yang sedang beradaptasi dalam belajar. Biasanya di taman kanak-kanak lebih banyak bermain dan bernyanyi dibanding belajar.
Hampir setiap hari ibu Sati mengumumkan banyak hal lewat media sosial Whatsapp ke para orangtua dan wali murid. Masih saja ada murid yang tidak membawa buku. Dan kedapatan membawa banyak mainan ke sekolah.

Saya tertawa dalam hati. Ternyata, sampai saat ini dunia anak tidak pernah berubah. Saat saya seusia Namiera pun, ada salah satu teman saya yang demikian.

Sekali dua kali rasanya wajar. Tapi, kok ya makan hati juga hihi... Lah wong sering kali ibu Sati mengeluh kepada kami sebagai orangtua wali murid. Apalagi terkadang masih saja ada dari kami yang menuntut perhatian lebih untuk anak-anaknya di sekolah.

Syahreza Pasha memasuki tahun ajaran terakhir di SDN Padurenan V, Mustika Jaya, Bekasi. Saya sebagai orangtua hanya bisa mendoakan lancar sampai saatnya tiba nanti.




Di kelas 6 seharusnya anak-anak sudah paham bagaimana tugas mereka di sekolah. Tapi, tetap saja, ibu Arifah, wali kelasnya masih melancarkan aba-aba lewat grup Whatsapp orangtua murid.
Masih banyak anak yang lalai mengerjakan tugasnya. Entah tugas sekolah ataupun PR di rumah. Kami selaku orangtua pun terus dan tak pernah bosan memberi nasehat untuk anak-anak kami.

Masya Allah tugas guru itu sangat berat. Mendidik anak-anak kami di sekolah. Saat anak-anak kami di sekolah tanggung jawab seorang guru begitu besar.

Selamat hari guru teruntuk guru dimanapun kalian berada. Jasa kalian tiada tara. Dan kami tak kan bisa membalas jasa kalian. Pahlawan tanpa tanda jasa yang tak pernah lekang oleh waktu.

Selasa, 20 November 2018

SDN Padurenan V di Gelar Kreativitas Panca Lomba Pramuka


Tak kenal maka tak sayang. Itulah kali satu kalimat untuk mengenal lebih dekat SDN Padurenan V, Mustika Jaya, Bekasi. Banyak sekali hal remeh temeh yang membuat para orangtua enggan menyekolahkan anaknya di SDN Padurenan V.

Lima tahun lalu jarak terdekat dari tempat tinggal kami menuju SDN Padurenan V hanya melewati sawah. Malah sering kali dibuat bahan candaan. SDN Padurenan V sekolah mewah alias mepet sawah. Tapi, sekolah bagi orangtua seperti saya adalah tempat menuntut ilmu. Bukan dilihat dari lokasi sekolahnya yang strategis.

Tidak ada yang pernah menduga saat ini SDN Padurenan V berada di lokasi perumahan Vida Bekasi. Tak ada lagi jalan becek menuju SDN Padurenan V. Jalan aspal mulus fasilitas milik perumahan Vida Bekasi mempermudah akses menuju sekolah.

Tahun ini adalah tahun keenam. Ya, karena anak saya sudah duduk di kelas enam. Begitu banyak perubahan setiap tahunnya. Bangga bisa menjadi keluarga besar SDN Padurenan V. Prestasi demi prestasi dipersembahkan siswa siswinya untuk sekolah kebanggaannya.

Hari Sabtu, tanggal 17 November 2018 SDN Padurenan V mengikuti Gelar Kreativitas Panca Lomba Pramuka yang digagas oleh SMPIT Bahana Mandiri, Mustika Jaya, Bekasi. 


Jenis panca lomba :
 1. Sandi, morse, simaphore
 2. Pionering 
 3. LKBB
 4. Scout Intelegent
 5. Tahfizh Al Qur'an 30 juz

SDN Padurenan V mengirimkan putra putri terbaik untuk unjuk kebolehan di Gelar Kreativitas Panca Lomba kali ini.

Lomba sandi, morse dan simaphore dilaksanakan di dalam kelas. Bersebelahan dengan lomba Scout Intelegent. Sayangnya saya tidak menemukan dimana tempat lomba Tahfizh Al Qur'an karena begitu banyaknya peserta lomba yang berpartisipasi.

Fasilitas SMPIT Bahana Mandiri yang dilengkapi AC di dalam kelas membuat nyaman para peserta lomba rupanya. Terbukti anak saya langsung minta sekolah di SMPIT Bahana Mandiri.

Lomba Pionering yang menurut asal muasalnya berarti bangunan darurat, yaitu pembuatan suatu bentuk bangunan dengan menggunakan alat dasar tali dan tongkat untuk membuat bangunan. 

Latihan Ketrampilan Baris Berbaris atau LKBB dilaksanakan di lapangan. Saya sangat terpesona dengan lomba LKBB. Apalagi SDN Padurenan V mempertontonkan ketrampilannya dalam baris berbaris.


Sejak 1 November 2018 putra dan putri SDN Padurenan V mempersiapkan diri untuk berlaga di Gelar Kreativitas Panca Lomba Pramuka kali ini. Musim kemarau yang telah berganti menjadi musim hujan tidak menyurutkan semangat mereka.

Saya selaku orangtua siswa yang rada cerewet terus berkomunikasi dengan wali kelas 6A, ibu Arifah. Bersyukurlah wali kelas yang tegas ini selalu memberi saya pencerahan.

Terbukti mereka bisa menyelesaikan tugas mereka di panca lomba dengan baik dan memuaskan. Menang dan kalah bukan masalah bagi skuad SDN Padurenan V. Itu terbukti dari semangat putra putri yang dengan sabar menunggu hasil lomba. Pada akhirnya SDN Padurenan V bisa unjuk gigi.

Dengan berhasil membawa 3 piala.

 * Juara 3 Pionering Putra


 * Juara 1 LKBB Putra

 * Juara 1 Scout Intelegent Putra


Terima kasih putra putri SDN Padurenan V yang tak pernah lelah menorehkan tinta emasnya. Bapak kepala sekolah Awang Zumawan yang terus memberi dukungan penuh dalam lomba ini. Dan bapak Deden Ahmad selaku pembina pramuka di SDN Padurenan V tanpa beliau rasanya tak mungkin bisa menjadi yang terbaik.


Good job... Good job... Good job aba-aba Akang Roman selaku pelatih dari SMP Daya Utama yang bertangan dingin yang terus memompa semangat adik didiknya dengan senyum yang tanpa henti.

Senin, 04 Juni 2018

Kisah Indah Dari Padang Rumput

Judul buku : Kisah Indah Dari Padang Rumput
Pengarang : Shabrina WS
Penerbit : Bintang Kelas
Cetakan : Pertama 2018
Tebal buku : 160 halaman
Harga : Rp. 70.000,-

Ini adalah kisah-kisah indah dari padang rumput. Cerita tentang hewan-hewan yang berusaha mengatasi masalah-masalah mereka. Mengatasi ketakutan, mengatasi kegagalan, mengatasi rasa benci, mengatasi rasa curiga, perasaan kehilangan, dan kisah menarik lainnya. Kisah-kisah hewan yang mencari apa sesungguhnya masalah mereka dan putus asa dalam mencari jalan keluarnya. Kisah-kisah ini akan membawamu pada pikiran indah tentang keluarga, persahabatan, dan persaingan.

Selamat bertualang. Selamat berkenalan dengan Gazelle, Kiang, Vicuna, Meerkat, Wilddebeest, dan teman-temannya. Temukan kehangatan dan hikmah dari padang rumput yang indah. Semoga hikmah cerita yang ada bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan.

Setelah membaca buku Fabel Pembangun Karakter ini, saya merasa beruntung. Banyak banget kisah hewan yang dapat kita petik hikmahnya.

Dari lima belas kisah hewan yang ada, saya paling tertarik pada kisah Kapibara Dan Tepi SungaiYang sunyi. Mengingatkan saya pada kehidupan manusia yang sering berprasangka buruk. Biasanya hubungan antar tetangga nih! Padahal tidak tahu kebenarannya.

Tidak hanya itu, ternyata banyak sekali jenis hewan yang saya tidak tahu. Seperti Kiang, saya hanya tahu kerabat kuda itu keledai dan zebra.

Kumbang Kot juga salah satu hewan yang baru saya tahu tentang jenis kumbang yang memakan kotoran hewan lainnya. Yang saya tahu kumbang penghisap bunga.

Burung Peniru Dan Suaranya. Kisah ini cocok buat Pasha yang suka memotong pembicaraan umminya.

Nggak kaget sih kalo masalah nulis fabel sebagus ini. Karena mbak Shabrina WS bisa meraciknya dengan pas. Seperti lauk pauk lezat yang siap disantap. Tidak kekurangan satu pun.

Yang menarik lagi ada bonus sticker hewan-hewan lucunya. Sayang sekali nggak bisa difoto. Udah disiangin Namiera. Oh ya, di halaman belakang juga ada lembar aktivitas untuk diwarnai.

Sejak melihat penampakan buku ini ingin sekali segera membaca buku ini sesegera mungkin. Tapi, bacanya harus antri. Giliran pertama adalah Namiera. Karena menurut saya cocok banget buat dibaca Namiera. Karena Namiera sedang giat-giatnya membaca. Kalo Pasha mah nggak usah diragukan lagi soal baca. Mirip induknya hihihi...

Sebelum membaca, Namiera terlebih dahulu mewarnai lembar aktivitas. Nah, itu tuh yang paling bikin umminya nyanyi koplo. Kelamaanlah... Karena dia akan berimajinasi membayangkan warna yang cocok di lembar mewarnai itu.

Padahal kalo soal mewarnai Namiera suka aneh. Apalagi kalo nggak dipantau. Bikin yang lihat hasil mewarnainya gemes pengen nyubit. Lah wong, induknya paling nggak suka mewarnai.

Semoga setelah membaca Fabel Pembangun Karakter bisa jadi bahan renungan untuk anak-anak dan saya tentunya. 

Minggu, 20 Mei 2018

Berhijab Tak Lagi Masalah

Era jaman now, cewek mana sih yang nggak ingin terlihat cantik? Dari ujung kaki sampai ujung kepala ingin sekali terlihat sempurna. Termasuk saya yang sedang bersiap-siap memasuki usia kepala empat.
Generasi cewek millenial yang memiliki seribu aktivitas di setiap harinya pasti ingin tetap tampil beda. Terutama rambut. Sebagai mahkota cewek, kesehatan rambut sangatlah penting di setiap penampilan. Begitu juga dengan saya sebagai cewek dengan segudang kesibukan.
Sebagai cewek muslimah tentu identik dengan hijab yang hampir tak pernah lepas menutupi mahkota kita di kepala yaitu rambut.

Tiga tahun belakangan saya bekerja di pabrik gula merah di bagian packing. Udara di dalam pabrik sangat panas. Apalagi saat kompor-kompor menyala. Ada sekitar enam kompor dengan wajan besar di ruangan kami. Panasnya tidak terbilang ketika semua kompor menyala. Ventilasi udara yang ada tidak sepadan dengan udara panas yang kami rasakan. Di pabrik hanya disediakan kipas angin berukuran besar di titik-titik tertentu. Tapi, tidak membantu mengurangi udara panas di dalam ruangan tempat kami bekerja.
Biasanya saya mengenakan hijab dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Melepasnya ketika mengambil wudhu saat sholat Zuhur dan Ashar. Kurang lebih 10 jam saya tak melepas hijab saya.
Setiap melepas hijab, rambut saya terlihat berminyak dengan aroma yang tidak sedap di hidung. Banyak sekali rambut saya tertinggal di ciput atau dalaman sebelum menggunakan hijab.
Memiliki masalah dengan rambut rontok sangat tidak nyaman. Apalagi ketika saya sedang menyapu lantai. Banyak sekali rambut rontok saya di lantai. Untuk menghindari kerontokan berlebih saya menggunakan berbagai merk shampoo dan perawatan rambut lainnya. Beberapa tips juga saya coba seperti tak lagi menyisir ketika rambut dalam keadaan basah. Karena rambut rontok akan semakin banyak. Itu menurut salah satu artikel yang saya baca.
Perawatan Rambut Alami dengan Emeron Complete Hair Care
Beberapa bulan terakhir, saya mencoba shampoo yang dulu saya pernah pakai ketika saya SMP. Shampoo Emeron yang sudah ada sejak tahun 1984 dengan harga sangat terjangkau dari pada merk lainnya saat itu. Saat ini shampoo Emeron dikemas dalam botol cantik berwarna hitam menyesuaikan jamannya.
Saya mencoba tampil lebih cantik alami dan percaya diri dengan Emeron Nutritive Shampoo Black Shine yang sudah disempurnakan dengan teknologi Jepang. Aktive Provit Amino dan diperkaya oleh Urang Aring, menutrisi rambut dari akar hingga tiap helainya. Menjadikan rambut saya tampak hitam alami, tetap sehat dan cantik berkilau walau memakai hijab.

Masalah rambut rontok telah enyah saat ini. Tapi, saya ingin kesehatan rambut saya bagai model iklan shampoo hehehe...
Setahu saya dulu Emeron tidak mengeluarkan produk conditioner dan hair vitamin. Setelah menonton iklan di televisi, ternyata Emeron kini selangkah lebih maju. Tidak hanya produk conditioner, hair vitamin pun disesuaikan untuk jenis rambut.
Sayangnya tidak mudah membeli conditioner Emeron ini. Saya mendapatkan di Giant supermarket. Tidak semudah mendapatkan shampoonya yang dijual di Alfamart, Alfamidi dan Indomaret atau info lengkap baca di  Website  Website Emeron Complete Hair Care http://bit.ly/cobaemeron
Tidak mudah membuat rambut seindah seperti saat remaja. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit juga waktu yang panjang.
Untuk rambut tetap terjaga kesehatan dan keindahannya, saya hanya merogoh kocek Rp 9.000 bisa mendapatkan Emeron Hair Vitamin Black & Shine yang telah disempurnakan oleh teknologi Jepang, Active Provit Amino dan diperkaya oleh bahan alami Urang Aring dan juga memiliki Vitamin, melindungi rambut dari sinar matahari, menutrisi rambut dari tiap helainya serta menjaga rambut agar tetap sehat.
Agar keindahan rambut saya tetap terjaga dengan  Emeron Nutritive Conditioner Black & Shine yang telah disempurnakan dengan teknologi Jepangnya, Active Provit Amino dan diperkaya oleh Natural Ingredients Urang Aring yang memberikan nutrisi setiap helai rambut. Hasilnya rambut tampak hitam berkilau, halus dan lembut.
Aturan pakai:
Gunakan conditioner setelah keramas dengan Shampoo Emeron. Usapkan conditioner dari tengah sampai ujung rambut. Hindari penggunaan conditioner di area kulit kepala. Setelah merata, bilas rambut sampai bersih.
Cara pakai Hair Vitamin tidak seperti vitamin kebanyakan yang harus diminum ya :) tapi diusapkan ke rambutnya.
Cara pakai:
1.  Buka dan tuangkan hair vitamin ke tangan dan diusapkan ke ujung rambut.
2. Tata rambut seperti biasa.
3. Untuk hasil terbaik gunakan Shampoo Emeron dan Conditioner Emeron.
Sekarang tak lagi khawatir rambut lepek sepulang dari pabrik. Atau gatal di kepala yang sangat mengganggu saat packing. Ingin rambut cantik dan menawan tak perlu pergi ke salon. Cukup dengarkan rambutmu dan coba Emeron. 
http://emeronshampoo.com/

#DengarkanRambutmu #CobaEmeron

Selasa, 27 Maret 2018

Katakan Tidak Pada Plagiat

Menurut kamus Bahasa Indonesia yang saya punya, plagiat adalah mengambil atau pengambilan karangan, pendapat dan sebagainya orang lain dan disiarkan sebagai atau pendapat dan sebagainya sendiri.



Lagi dan lagi terjadi lagi di dunia kepenulisan. Mana banyak banget lagi karya yang dia jiplak. Nggak kira-kira, sekitar 24 atau 26 tulisan, dia tulis ulang dan disulap sebagai karyanya.


Huhuhu... Yang baca aja pada ngomel, nyolot, gondok sama perbuatan si plagiat. Apalagi yang si empunya karya. Ya marah abislah.


Manusia diciptakan sama Allah sebagai makhluk sempurna. Memiliki akal. Belum bisa menulis atau membuat karya yang bagus ya janganlah menjiplak karya orang.


Mending jualan brownies irit kayak saya. Lumayan. Dari pada nungguin rekening penuh hasil plagiat. Janganlah...


Saya terjun ke dunia kepenulisan tahun 2010. Itu juga nggak niat. Awalnya hanya sekedar curhat di catatan Facebook pada masa itu.


Membaca novel adalah hobi saya. Kalo abis baca novel saya sampai terbawa mimpi. Karena itu tandanya saya menikmati karya tersebut dan cocok di hati.


Satu per satu saya baca novel dari penulis baru atau penulis terkenal. Berdecak kagum dengan karya-karya mereka. Tapi, tidak sedikit pun berniat menjiplak karya orang lain.


Menjadi pengangguran dan kerjanya cuma ke perpustakaan pernah saya tekuni. Kegilaan saya membaca membuat saya bersemangat ke perpustakaan di jalan Merdeka Selatan jalan kaki setiap hari. Dulu, saya tinggal di Cijantung. Bayangin aja, duit nggak punya barang sepeser pun. Tapi, semangat membaca mengalahkan segalanya.


Di media sosial saya bertemu banyak penulis. Ya Allah... Rasanya bahagia banget. Bisa dekat dengan penulis yang saya baca karyanya.


Saya tahu kalau menulis itu susah buat saya. Walau banyak bertebaran buku berjudul "Menulis itu Gampang."


Tetap aja buat saya, itu susah. Itu terbukti banyak tulisan saya nggak pernah di acc penerbit. Tapi, nggak ngerti kenapa ya? Saya tetap aja tuh nulis sampai sekarang dan nggak berniat sekali pun buat menjiplak karya orang lain menjadi karya saya.


Buat saya menulis itu butuh proses. Banyak jalan kok di dunia menulis. Nulis aja dulu di buku harian. Atau bikin status yang panjang. Ingat! Bikin status juga jangan copas. Apalagi dengan bahasa yang tinggi. Nanti giliran ada yang komen keder jawabnya.


Kalau memang udah rejeki. Biar tulisan kita biasa aja. Kata orang mah itu bagus.


Biar tulisan kita amburadul. Yang penting nanti si editornya kan paham, tulisan atau karya si anu layak baca atau tidak. Jadi, nggak usahlah menjadi plagiator.


Menulis itu butuh pengorbanan. Tanya dah tuh raja dangdut, H. Rhoma Irama kalo nggak percaya. Gimana caranya beliau bisa nulis itu lirik lagu pengorbanan. Pasti dah beliau mengerti sekali arti pengorbanan.


Nggak usahlah bergaya ikut lomba cerpen. Biar dikata karyanya layak untuk dibaca. Lalu menjiplak karya orang lain.  Tidak hanya perilaku yang butuh norma kesopanan. Menulis pun demikian. Bertindaklah sopan dengan tidak menjiplak karya orang lain.


Katakan tidak pada plagiat!!!


 

Minggu, 25 Maret 2018

Memutus Rantai Kemiskinan Dengan Pendidikan

Satu minggu telah berlalu, tapi di hati masih saja terkenang tas cantik hasil karya Siswa Wirausaha PKBM Ginus Itaco. Ya... pada hari Minggu, tepatnya tanggal 18 Maret 2018, Dear Blogger Net menyelenggarakan event perdananya, program DBN Charity Visit.

 

Charity yang diselenggarakan Dear Blogger Net untuk memberdayakan blogger melalui konten yang bermanfaat agar mengimbangi banyaknya berita hoax yang bertebaran di media sosial. Menurut mbak Haya Aliya Zaki, selaku salah satu founder Dear Blogger Net. "Konten positif membuat kita menjadi optimistis dan bersemangat untuk melakukan hal yang positif pula."
   
Saya sebagai blogger pemula sangat menyambut baik. Apalagi, sering kali saya terhasut berita hoax hasil share teman di media sosial. Dan tak jarang pula ikut share konten hoax tersebut. Duh... jadi malu hati mendengarkan penjelasan mbak Haya.

DBN Charity Visit juga mendapat dukungan dari loh dari C2live, Content Collision. C2live memiliki fasilitas yang mumpuni di bidang perbloggeran.



 

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan di event blogger perdana saya. Saya baru tahu bahwa Bekasi memiliki sekolah gratis berfasilitas cukup lengkap. PKBM Ginus Itaco yang berada di Jalan Lapangan Tengah Bekasi Tengah no.3, kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Selama enam tahun tinggal di Bantar Gebang, Bekasi, saya masih buta akan wilayah Bekasi dan sekitarnya.  

Di event ini, saya jadi paham, ternyata masih banyak anak-anak putus sekolah dikarenakan masalah ekonomi. Padahal wajib belajar 12 tahun telah dicanangkan pemerintah. Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh pemerintah pada tingkat global. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengupayakan wajib belajar 12 tahun. Tapi, kenyataannya masih banyak anak-anak dari keluarga miskin tidak dapat mengenyam pendidikannya dengan layak.

"Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas, termasuk anak dari keluarga pra sejahtera. Berbekal pendidikan, mereka diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan keluaarga dan orang-orang di sekitarnya." Susi Sukaesih.
   

Susi Sukaesih mendirikan pendidikan non formal SMA Itaco di tahun 2012, sekarang menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ginus Itaco. Banyak kisah dari siswa-siswanya yang menjadi latar belakang berdirinya sekolah ini.

Fakta masih banyaknya siswa putus sekolah, terutama di Bekasi. PKBM Ginus Itaco dengan ijin no : 420.10/6236/Dik 33/Pk.020 membekali siswa-siswanya sesuai kurikulum yang berlaku plus ketrampilan khusus seperti programming, design grafis, menjahit, komputer MS Office, broadcasting dan juga kewirausahaan.

   

Seperti diketahui, program wajib belajar adalah salah satu program pemerintah. Namun, masih sebatas retorika. Adanya PKBM Ginus Itaco dengan biaya 100% gratis sangat membantu keluarga prasejahtera. Dimana kebanyakan para orangtua dari siswa-siswanya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga, tukang ojek, supir angkot, buruh serabutan dan pekerja kasar lainnya.

Dibantu oleh donatur, orangtua asuh dan CSR perusahaan. PKBM Ginus Itaco juga dibantu beberapa pihak antara lain, Bank Mandiri, Laznazs BSM, Brother Indonesia, Grab dan 0LX. Dengan 20 siswa di tahun pertamanya, PKBM Ginus Itaco terus berkembang dengan prestasi dan kewirausahaannya. Berpindah-pindah tempat tidak menyurutkan semangat seorang Susi Sukaesih yang ingin sekali membantu anak-anak putus sekolah dari keluarga pra sejahtera untuk kembali ke bangku sekolah dan mengenyam pendidikan yang layak.

Lima kali berpindah-pindah tempat bukanlah perkara mudah. Namun, di tangan dinginnya, Susi Sukaesih, PKBM Ginus Itaco telah berhasil mendidik 40 siswanya.

Di bidang ketrampilan dan wirausahanya PKBM Ginus Itaco melalui wadah Siswa Wirausaha mengeluarkan beberapa produk:

1. Itaco (tas dan aksesoris premium).
2. Hade Bag (tas dan aksesoris harga lebih ekonomis.
3. Hade Kids (batik anak)
    - Hade Prelove : aksesoris berbahan pakaian bekas layak pakai
    - Famsignature : kaos katun combed, seperti kaos anak dan kaos ibu menyusui.

Hasil karya anak-anak wirausaha sungguh membuat saya berdecak kagum. Apalagi melihat tas-tas bercorak etnik yang membuat saya jatuh hati. Bukan hanya modelnya saja. Jahitannya yang rapi dan secara fisik yang awet dan tahan lama. 



 


Yakin deh nggak akan kecewa membeli hasil karya Siswa Wirausaha di PKBM Ginus Itaco. Foto dan aslinya plek ketiplek. Apalagi ini hasil karya anak negeri. Saya aja udah naksir dan yakin mau beli.

Nah, yang berminat bisa datang langsung ke alamat PKBM Ginus Itaco atau bisa memesan secara online. 


Senin, 12 Maret 2018

Sauh

Judul buku : Sauh
Pengarang  : Shabrina WS
Penerbit     : PT Elex Media Komputindo
Cetakan      : Pertama 2017
Tebal buku : 221 halaman
Harga         : Rp 54,000,00

Sauh

Bagaimana aku bisa berlabuh, pada hati yang bukan dermagaku?

Bagiku memberi harapan yang tak pasti kepadamu Sama seperti menaruh duri secara diam-diam, di hatiku, juga di hatimu.

Sengaja kusisakan jarak, karena aku butuh waktu mempersiapkan genggaman yang kuat untuk menggandengmu.

Kutanya kepada Tuhan di malam-malam panjang, apakah kita sepasang sayap yang diciptakan untuk mengepak bersama.

Namun, apa hakku menahanmu, jika ternyata kau dipertemukan dengan sayap yang lain.

Barangkali benar, kau dan aku sama-sama berjuang. Tetapi hanya Tuhan yang tahu, jalan yang kita tempuh... akan bersauh pada pertemuan atau perpisahan.

"Rosita, Danu, dan Firman bersisian dan bersilangan pada jalan takdir. Ketiganya meyakini bahwa setiap orang memperjuangkan cinta mereka dengan caranya sendiri. Tetapi, di musim yang lain, mereka didera pertanyaan.

Sejauh mana cinta harus diperjuangkan?"

Di prolog ditulis sebagian hidup kita adalah milik keluarga. Ya banget menurutku.

Setting tempatnya yang bagus dan indah membuat jatuh hati. Pacitan. Kota terkecil di Jawa Timur. "Serasa pulang kampung." kata suamiku. Ya iyalah... Lah wong suamiku asli Pacitan. Apalagi ada pondok Tremas tempatnya mondok dulu.

Rosita tipe perempuan Indonesia tempo dulu. Menunggu laki-laki menyatakan perasaannya terlebih dahulu. Setia sampai dirinya sendiri dilamar masih setia menunggu seorang Danu.

Danu, laki-laki yang merasa bertanggung jawab akan keluarga. Ibu dan kedua adiknya menjadi tanggung jawabnya. Tapi, Danu bikin sebel. Aku sebel dengan tokoh ini. Membuat perempuan lama menunggu hehe...

Firman. Nah, ini dia tokoh laki-laki seharusnya. Bisa menempatkan diri dimana pun tempatnya. Hatinya masih setia dengan kekasihnya yang telah pergi untuk selama-lamanya. Tapi, ketika dijodohkan berusaha menerima.

Setelah membaca buku ini dengan waktu yang cukup panjang. Akhirnya tuntas juga. Maklum, waktu luangku saat ini hanya sedikit. Harus benar-benar berjuang untuk membacanya sampai tuntas.

Yang membuat aku menabung Rp 1000,00 setiap harinya selama 54 hari untuk membeli buku ini adalah penulisnya baik. Walau belum pernah bertemu di dunia nyata, sepertinya media sosial yang mempertemukan penulis dan pembaca setianya.

Terus berkarya ya mbak Eni :)

Diary Ramadhanku

1 Ramadhan 1441 H Setelah shalat magrib Namiera mematut dirinya di depan cermin dan berjalan lenggak lenggok bak peragawati. Dia...